Saturday, 19 May 2012

Demonstrasi Mahasiswa


Demonstrasi Mahasiswa
            Tak dapat dipungkiri pernyataan  “Demonstrasi Mahasiswa”, erat kaitannya dengan sebuah aksi anarkisme. Memang tak dapat diingkari, sering kali sebuah aksi demonstrasi baik yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun sebuah kelompok tertentu berujung pada  aksi anarkisme.
            Tetapi, taukah kalian kalau sebenarnya aksi demonstrasi adalah sebuah cara untuk menyampaikan aspirasi yang sesuai dengan undang-undang? Demonstrasi adalah sebuah ciri adanya demokrasi dalam sebuah negara. Adanya demonstrasi merupakan sebuah ciri bahwa rakyat peka terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Dan dengan adanya demonstrasi rakyat dapat mengontrol para pembuat kebijakan membuat kebijakan.           
            Sebuah demonstrasi sering kali dinodai dengan aksi anarkisme oleh para demonstran. Padahal sebuah demonstrasi sebenarnya haruslah dilakukan dengan damai. Ketika sebuah demonstrasi berjalan dengan anarkis, maka demonstrasi sudah tak sesuai lagi dengan nilai pancasila.
            Sungguh miris memang, ketika sebuah aksi demonstrasi yang pada dasarnya merupakan sebuah aplikasi dari nilai-nilai pancasila, terutama sila ke-4 berubah menjadi bertentangan dengan nilai pancasila. Terlebih lagi ketika awalnya para demonstran mempunyai tujuan yang mulia, yang seringkali dilakukan untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat justru berakhir pada perusakan fasilitas publik.
            Pada dasarnya tidak semua aksi demonstrasi berujung dengan anarkisme, bahkan sebuah demonstrasi yang berujung anarkisme sebenarnya jumlahnya hanya sedikit. Demonstrasi yang berjalan damai justru sebenarnya lebih banyak berjalan damai, apalagi yang dilakukan oleh mahasiswa.
            Mengherankan memang, ketika sebuah media berita hanya memberitakan sebuah demonstrasi yang anarkisme, sedangkan sebuah aksi yang damai justru tidak diliput, dengan dalih karena sebuah demonstrasi yang damai tidak menaikan rating. Padahal media berita adalah sebuah media pembelajaran untuk masyarakat, dan ketika demonstrasi hanya diberitakan yang berujung anarkis terutama yang dilakukan oleh mahasiswa, maka hal ini akan menyebabkan mahasiswa ogah melakukan demonstrasi, dan hal tersebut menyebabkan mahasiswa apatis terhadap isu-isu yang ada di sekitar. Dan ketika media berita hanya memberitakan sebuah aksi yang demonstrasi yang anarkisme maka rakyat tidak mendeapatkan pembelajaran, bahwa demonstrasi adalah sebuah cara untuk memperjuangkan hak ketika cara diplomasi sudah tidak dapat dilakukan.
Kalau sudah sampai disini, ketika media berita hanya menyajikkan berita yang dapat menaikan rating maka, rakyat harus berhati-hati ketika mendapatkan berita. Rakyat harus pintar menilai mana berita yang benar dan salah.  ketika media berita sudah begitu adanya, maka media berita justru bersifat komersial, bukan media pendidikan, padahal media berita adalah sebuah media pendidikan akan suatu peristiwa atau kejadian.

            

No comments:

Post a Comment